PEMANFAATAN LIMBAH KULIT SEMANGKA DAN RAMBUTAN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA
DOI:
https://doi.org/10.61844/jtkm.v4i2.1223Kata Kunci:
Limbah kulit rambutan, Limbah kulit semangka, Inhibitor, Laju korosi, Efisiensi inhibisiAbstrak
Korosi pada logam dapat menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur maupun mesin industri, sehingga berdampak pada kerugian ekonomi. Salah satu upaya yang banyak digunakan untuk menekan laju korosi adalah pemakaian inhibitor. Inhibitor anorganik memang efektif, namun berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif ramah lingkungan berupa inhibitor organik, misalnya yang berasal dari limbah kulit semangka dan kulit rambutan. Kedua bahan ini memiliki kandungan antioksidan yang mampu menghambat proses korosi sehingga berpotensi besar digunakan sebagai inhibitor alami. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit semangka dan kulit rambutan sebagai inhibitor korosi serta menganalisis pengaruh variasi komposisi ekstraknya terhadap laju korosi baja. Variasi Komposisi yang digunakan adalah (100% kulit semngka), (25%:75%), (50%:50%), (75%:25%), (100%: kulit rambutan). Metode gravimetri digunakan untuk proses ekstraksi maupun pengukuran laju korosi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit semangka dan kulit rambutan mampu menghambat korosi dengan baik. Komposisi 75% kulit rambutan dan 25% kulit semangka (sampel D) memberikan hasil paling optimal, dengan efisiensi inhibisi sebesar 81,84% dan laju korosi terendah sebesar 0,1595 mmpy.Unduhan
Referensi
[1] M. Bukhori, Ranto, and I. Widiastuti, “Pengaruh Kadar Inhibitor Ekstrak Kulit Buah Rambutan dan Konsentrasi Larutan HCl Terhadap Laju Korosi Baja ST 37,” J. Pendidik. Tek. Mesin, pp. 312–323, 2020.
[2] K. Roni, E. Elfidiah, Y., and M. Bela, “Penambahan Inhibitor Ekstrak Daun Papaya (Carica Papaya L.) Terhadap Pengaruh Laju Korosi Pada Baja Karbon Dalam Larutan Air Laut,” J. kKmia, vol. 7, no. 1, pp. 28–35, 2022.
[3] W. Utomo, H. Murdningsih, N. Wulandari, and I. Esa, Pemanfaatan Ekstrak Daun Jambu Biji dan Daun Mangga Inhibitor Korosi Pada Baja ST-37. Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarat, 2019.
[4] M. Lubis, Masturah, and M. Husnah, “Penurunan Laju Korosi Logam Aluminium, Besi dan Baja Menggunakan Inhibitor Ekstrak Daun Jambu Biji,” Berk. Fis. Indones. J. Ilm. Fis. Pembelajaran dan Apl., pp. 63–71, 2023.
[5] A. S. Anjani, Ihsan, and Rahmania, “Pengaruh Inhibitor Alami dari Biji Nangka Tehadap Laju Korosi Baja Karbon Tinggi,” J. Fis. dan Ter., vol. 10, no. 1, pp. 1–15, 2023.
[6] T. Natasya, M. E. Khairafah, M. S. Sembiring, and L. N. Hutabarat, “Corrosion Factors on Nail,” Indones. J. Chem. Sci. Technol., pp. 47–50, 2022.
[7] W. Siregar, U. Hasanah, “Pemanfaatan Flavonoid dari Hasil Ekstrak Bahan Alam Sebagai Inhibitor Pembelajaran Korosi,” J. Chem. Educ. Sci., vol. 7, no. 1, p. 112, 2023.
[8] L. Kistriyani, F. Fauziyah, and S. Rezeki, “Profil Release Enkapsulasi Antosianin, Flavonoid dan Fenolik pada Kulit Semangka Menggunakan Metode Spray Drying,” Eksergi, vol. 17, no. 2., pp. 33–38, 2020.
[9] H. P. Tampubolon, E. T. Sangbara, F. Mandalurang, R. Azizah, N. M. Nesa, and E. Suryanto, “Nanokitosan Fraksi Flavonoid dari Limbah Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum) Sebagai Peluruh Kalsium Batu Ginjal,” Chem. Prog, vol. 16, no. 2, 2023.
[10] T. Desinta, “Penentuan Jenis Tanin Secara Kualitatif dan Penetapan Kadar Tanin Dari Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Secara Permanganometri,” J. Ilm. Mhs. Univ. Surabaya, vol. 4, no. 1, 2015.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 syardah ugra al adawiyah, Sariwahyuni Sariwahyuni, Idi Amin, Fitri Junianti, Ratnasari Ratnasari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










