ANALISIS KARAKTERISTIK BRIKET DARI LIMBAH BIOMASSA MESOCARP FIBER DAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF
DOI:
https://doi.org/10.61844/jtkm.v4i2.1103Kata Kunci:
Briket, Bahan bakar padat, Cangkang kemiri, Mesocarp fiber, PirolisisAbstrak
Pengembangan penggunaan sumber energi terbarukan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dari biomassa menjanjikan potensi untuk diversifikasi energi. Briket menghasilkan salah satu teknologi konversi limbah biomassa menjadi energi padat, dengan menggunakan berbagai material seperti limbah pertanian dan perkebunan. Mesocarp fiber (MF) dan cangkang kemiri adalah limbah industri yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah MF dan cangkang kemiri sebagai sumber bahan baku produk briket sebagai bahan bakar alternatif dengan analisis karakteristik yaitu kadar air, nilai kalori, laju pembakaran, dan lama penyalaan. Pembuatan briket dilakukan dengan 3 tahapan yaitu proses pengarangan melalui metode pirolisis, pencampuran arang dengan perekat tapioka pada rasio 2:1 (b/v), dan pencetakan briket. Hasil analisis karakteristik briket MF menunjukkan nilai kadar air 3,5%, nilai kalori 6624,9 kal/g, laju pembakaran 2,578 g/detik. Sedangkan briket cangkang kemiri menunjukkan nilai kadar air 2,63%, nilai kalori 4131,33 kal/g, laju pembakaran 5,85 g/detik. Karakteristik briket yang memenuhi mutu SNI 01-6235-2000 adalah nilai kadar air dan nilai kalori pada briket MF, serta kadar air pada briket cangkang kemiri. Limbah biomassa MF memiliki potensi sumber energi terbarukan sebagai bahan bakar alternatif dibandingkan cangkang kemiri. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas briket diperlukan studi lanjut dalam modifikasi proses pirolisis seperti variasi suhu dan waktu pirolisis.
Unduhan
Referensi
[1] P. Indonesia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional. 2014, pp. 1–36.
[2] H. Hendrik, “Co-Firing Limbah Biomassa Dan Charcoal Cocopeat Dengan Batubara Pada Industri Fero Nikel,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 4, no. 6, pp. 5629–5643, 2024, [Online]. Available: https://j-innovative.org/index.php/Innovative%0ACo-Firing
[3] S. Bahri, A. Aji, and F. Yani, “Pembuatan Bioetanol dari Kulit Pisang Kepok dengan Cara Fermentasi menggunakan Ragi Roti,” J. Teknol. Kim. Unimal, vol. 7, no. 2, p. 85, 2019, doi: 10.29103/jtku.v7i2.1252.
[4] I. B. Rahardja, C. E. Hasibuan, and Y. Dermawan, “Analisis briket fiber mesocarp kelapa sawit metode karbonisasi dengan perekat tepung tapioka,” SINTEK J. J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 16, no. 2, p. 82, 2022, doi: 10.24853/sintek.16.2.82-91.
[5] D. Abdullah, E. Kurniawan, Z. Ginting, I. Ishak, and R. Dewi, “Pemanfaatan Limbah Serabut Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacg.) sebagai Sumber Energi Alternatif dalam Pembuatan Biopelet,” Chem. Eng. J. Storage, vol. 2, no. 2, p. 11, 2022, doi: 10.29103/cejs.v2i2.6013.
[6] N. D. Siswati, N. L. Agustina, and D. M. Santoso, “Biochar Dari Cangkang Biomassa Dengan Proses Karbonisasi,” J. Tek. Kim., vol. 16, no. 2, pp. 61–66, 2022, doi: 10.33005/jurnal_tekkim.v16i2.3046.
[7] P. W. Tambunan, “Pengaruh Variasi Komposisi Cangkang Kemiri dan Sekam Padi terhadap Nilai Kalor Briket Arang.,” Universitas Negeri Medan, 2013. [Online]. Available: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/104 38
[8] Y. Variyana, A. S. Rezki, D. Ermaya, and M. Mahfud, “Ekstraksi Minyak Nabati dari Biji Kemiri (Aleurites Moluccana L. Willd.) dengan Metode Microwave Hydrodiffusion and Gravity (MHG),” J. Chem. Proses Enggineering, vol. 08 No. 1, no. 3, pp. 7–16, 2023.
[9] A. S. Rezki, Y. R. Wulandari, and M. Arif, “Pelatihan Teknis Pembuatan Briket Limbah Cangkang Kemiri Pada Gapoktan Makmur Lestari Kabupaten Pringsewu,” GERVASI J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 08, no. 02, pp. 559–570, 2024.
[10] A. Alfi, D. Pangga, and S. Ahzan, “Optimasi Pembuatan Briket Bioarang Dari Bahan Cangkang Kemiri Dan Sekam Padi Terhadap Nilai Kalor Dan Laju Pembakaran,” J. Penelit. dan Pembelajaran Fis. Indones., vol. 5, no. 2, pp. 3–8, 2023, doi: 10.29303/jppfi.v5i2.211.
[11] Febriana Tri Wulandari, Radjali Amin, Raehanayati, Ni Putu Ety Lismaya Dewi, Andrie Ridzki Prasetyo, and Rima Vera Damayanti, “Pelatihan Pembuatan Briket Arang Biomassa Limbah Tongkol Jagung Kelompok Wanita Tani Subur Desa Gondang Kabupaten Lombok Utara,” J. SIAR ILMUWAN TANI, vol. 5, no. 1, pp. 29–36, 2024, doi: 10.29303/jsit.v5i1.136.
[12] M. Syukri, I. Ucha, P. Rangkuti, K. Ali, T. Harahap, and T. Nurhidayat, “Pengaruh Variasi Ukuran Partikel pada Pembuatan Bio-Briket dari Pelepah dan Tandan Buah Kosong Kelapa Sawit,” J. Tek. Kim. USU, vol. 13, no. 2, pp. 146–153, 2024, doi: 10.32734/jtk.v13i2.17081.
[13] A. S. Ginting, A. H. Tambunan, D. Radite, and P. A. Setiawan, “Karakteristik Gas-Gas Hasil Pirolisis Tandan Kosong Kelapa Sawit,” J Tek Ind Pert, vol. 25, no. 2, pp. 158–163, 2015.
[14] Y. R. Wulandari, A. S. Rezki, D. A. Afifah, N. P. Sari, V. Elsyana, and H. Gustian, “Studi Karakteristik Komposisi Produk Katalitik Pirolisis TKKS dengan katalis Al White,” JoASCE (Journal Appl. Sci. Chem. Eng., vol. 1, no. 1, pp. 22–26, 2023, doi: 10.25181/joasce.v1i1.3020.
[15] Huzaima, A. Riyadi, and D. Suwazan, “Karakteristik Briket Kombinasi Arang Cangkang Kemiri dan Tailing Pertambangan Emas Rakyat sebagai Bahan Bakar Alternatif dengan Perekat Styrofoam,” J. Teknol. dan Pengelolaan Lingkung., vol. 1, no. 1, pp. 1–26, 2024.
[16] R. K. Dewi and M. I. Hudha, “Kualitas Biobriket Cangkang Kemiri Melalui Proses Karbonisasi Microwave dengan Bahan Perekat Tepung Gembili (Dioscorea esculenta L) dan Tepung Mbote (Colocasia esculenta),” J. Tek. Kim. dan Lingkung., vol. 6, no. 1, pp. 76–83, 2022, doi: 10.33795/jtkl.v6i1.277.
[17] Shintawati, D. Ermaya, Y. R. Wulandari, Y. Sukaryana, and R. Fernando, “Pengaruh Metode Pengarangan dan Ukuran Partikel Terhadap Kualitas Briket Cangkang Kelapa Sawit,” Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan, vol. 08, no. 1, pp. 17–23, 2024, doi: 10.21776/ub.rbaet.2024.008.01.03.
[18] R. N. Yanti, A. T. Ratnaningsih, and H. Ikhsani, “Pembuatan bio-briket dari produk pirolisis biochar cangkang kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif,” J. Ilm. Pertan., vol. 19, no. 1, pp. 11–18, 2022, doi: 10.31849/jip.v19i1.7815.
[19] T. Iskandar and U. Rofiatin, “Karakteristik Biochar Berdasarkan Jenis Biomassa dan Parameter Proses Pyrolisis,” J. Tek. Kim., vol. 12, no. 1, pp. 28–34, 2017.
[20] M. A. Agus, S. Yani, and A. Artiningsih, “Karakteristik Biobriket dari Campuran Tempurung Kelapa dan Tongkol Jagung dengan Perekat Styrofoam,” J. Technol. Process, vol. 02, no. 01, pp. 50–57, 2022.
[21] S. J. Mitchual, P. Katamani, and K. A. Afrifa, “Fuel characteristics of binder free briquettes made at room temperature from blends of oil palm mesocarp fibre and Ceiba pentandra,” Biomass Convers. Biorefinery, vol. 9, no. 3, pp. 541–551, 2019, doi: 10.1007/s13399-019-00410-8.
[22] R. N. Gultom, R. Sulaeman, and E. S. Budiani, “Pemanfaatan Limbah Kayu Jambon dan Limbah Serat Sawit Sebagai Bahan Baku Briket Arang Utilization,” J. Online Mhs., vol. 5, no. 12 (152), pp. 10–27, 2017.
[23] P. Coniwanti, A. G. Putri, and M. Chandra, “Pembuatan Briket Komposit Plastik Polyethylene, Arang Tempurung Kelapa, dan Arang Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Alternatif,” Semin. Nas. AVoER, vol. 1, no. 1, pp. 272–286, 2019.
[24] S. Mahendry, M. Anggara, and A. Hidayat, “Analisis Karakteristik Briket Dari Cangkang Kemiri Dan Tongkol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif,” J. Flywheel, vol. 14, no. 2, pp. 50–58, 2023, doi: 10.36040/flywheel.v14i2.6964.
[25] R. A. Bazenet et al., “Pengaruh Kadar Perekat Terhadap Karakteristik Briket Arang Limbah Kayu Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg),” J. Tek. Pertan. Lampung (Journal Agric. Eng., vol. 10, no. 3, p. 283, 2021, doi: 10.23960/jtep-l.v10i3.283-295.
[26] F. T. Wulandari and D. Lestari, “Sifat fisis briket arang dari cangkang kemiri dan serbuk batang kayu kemiri ( Aleurites mollucanus ),” vol. 8, no. 2, pp. 411–416, 2024.
[27] I. Qistina, D. Sukandar, and T. Trilaksono, “Kajian Kualitas Briket Biomassa dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa,” J. Kim. Val., vol. 2, no. 2, pp. 136–142, 2016, doi: 10.15408/jkv.v2i2.4054.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Amelia Sri Rezki, Yeni Ria Wulandari, Shitawati Shintawati, Luth Hamam, Endang Palupi Suryaningtyas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










