PEMANFAATAN AMPAS TEBU & TONGKOL JAGUNG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BIOETANOL MELALUI PROSES HIDROLISIS
DOI:
https://doi.org/10.61844/jtkm.v4i2.1141Kata Kunci:
Bioetanol, Hidrolisis, Ampas Tebu, Tongkol jagungAbstrak
Biofuel sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan salah satunya bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Kurangnya pemanfaatan limbah seperti ampas tebu dan tongkol jagung harus dimaksimalkan karena kandungan selulosa dan hemiselulosa yang tinggi karena dapat dijadikan bioetanol dengan menggunakan metode hidrolisis asam encer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi massa ampas tebu dan tongkol jagung terhadap kadar bioetanol dengan rasio perbandingan massa 1:1 dan 1:2, mengetahui pengaruh variasi waktu hidrolisis dan waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol. Penelitian ini dilakukan dengan cara preparasi sampel ampas tebu dan tongkol jagung. Kemudian dilanjutkan dengan penimbangan sampel kering ratio 1:1 dan 1:2 dan pelarutan dengan asam sulfat 1% yang akan direaksikan dengan proses Microwave Assisted Hydrolysis dengan variasi waktu hidrolisis 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 25 menit. Hasil hidrolisis dianalisa kadar glukosa dengan metode luff schrool. Setelah didapatkan kadar glukosa optimum dilanjutkan dengan proses fermentasi menggunakan alat fermentasi yang dirakit sendiri dengan variasi waktu fermentasi 1 hari, 2 hari, 3 hari dan 4 hari. Selanjutnya hasil fermentasi dilanjutkan dengan pengujian fisik dan kimia dengan metode Gas Chromatography-Mass Spektroskopis. Dari beberapa proses ini, kadar glukosa tertinggi pada ratio 1:2 menit ke-25 yakni 2,19% dan yield bioetanol ampas tebu dan tongkol jagung yang diperoleh tertinggi pada hari ke-4 sebesar 5,55%. Dari hasil analisa menggunakan metode GC-MS, limbah ampas tebu dan tongkol jagung tidak memenuhi syarat untuk pembuatan bioetanol berdasarkan SNI 27-0001-2006.
Unduhan
Referensi
D. Utari, A. Halim Daulay, and Masthura, “Optimasi Waktu Fermentasi Untuk Peningkatan Kualitas Bioetanol Dari Limbah Ampas Tebu,” vol. 9, no. 1, pp. 17–22, 2024.
R. Kartika, R. Gunawan, J. Barong Tongkok No, K. GnKelua, K. Timur, and C. Author, Pembuatan Bioetanol Dari Buah Sukun (Artocarpus Altilis) Secara Fermentasi Dengan Menggunakan Saccharomyces Cerevisae Dan Penambahan Ampas Tahu Sebagai Sumber Nutrisi Bagi Mikroba. Samarinda: Prosiding Seminar Nasional Kimia Berwawasan Lingkungan, 2020.
S. Miskah, W. Saing, and C. Siburian, “Pembuatan Bioetanol Dari Biji Cempedak Menggunakan Metode Hidrolisis Asam Dan Fermentasi,” J. Tek. Kim., vol. 23, no. 4, pp. 216–225, 2017.
A. N. Muhbita, N. P. Asyifa, S. Rahayu, and N. Hidayati, “Pembuatan Bioetanol Tongkol Jagung (Zea mays) dan Batang Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Bahan Bakar Alternatif,” J. Integr. Sains dan Qur’an, vol. 3, no. 2, pp. 282–286, 2024.
S. Rahmawati, M. Yerizam, and E. Dewi, “Konversi Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Menjadi Bioetanol dengan Metode Hidrolisis Enzimatik,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 7, no. 3, pp. 21942–21948, 2023.
D. Guntama, Y. Herdiana, U. A. Sujiana, R. L. Endes, and E. Sunandar, “Bioethanol Dari Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Melalui Metode Hidrolisa Dan Fermentasi Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiae,” J. Teknol., vol. 7, no. 1, pp. 86–96, Nov. 2019, doi: 10.31479/jtek.v7i1.35.
B. Palupi et al., “Optimization of Ulva sp. Decomposition using H2SO4 with Microwave-Assisted Hydrolysis Method as Feedstock of Bioethanol,” CHEESA Chem. Eng. Res. Artic., vol. 6, no. 1, pp. 13–25, Juni. 2023, doi:
10.25273/cheesa.v6i1.14682.13-25..
M. A. Ridhani, I. P. Vidyaningrum, N. N Akmala, R. Fatihatunisa, S. Azzahro, and N. Aini, “Potensi Penambahan Berbagai Jenis Gula Terhadap Sifat Sensori Dan Fisikokimia Roti Manis,” Pas. Food Technol. J., vol. 8, no. 3, pp. 61–68, 2021.
F. F. A. Rosyada, E. Agustina, and H. Faizah, “Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Karakteristik Fisika, Kimia dan Aktivitas Antioksidan Teh Kombucha Daun Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi Linn.),” Rekayasa, vol. 16, no. 1, pp. 27–34, 2023, doi: 10.21107/rekayasa.v16i1.16977.
M. Gustina, S. Bahri, Jalaluddin, N. ZA, and Masrullita, “Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Dari Pati Ubi Jalar Ungu (Ipomea batata L),” Chem. Eng. J. Storage, vol. 2, no. 2, pp. 116–125, 2022.
A. N. Muhbita, N. P. Asyifa, S. Rahayu, and N. Hidayati, “Pembuatan Bioetanol Tongkol Jagung (Zea mays) dan Batang Pisang (Musa paradisiaca) sebagai Bahan Bakar Alternatif,” J. Integr. Sains dan Qur’an, vol. 3, no. 2, pp. 282–286, 2024.
S. Rahmawati, M. Yerizam, and E. Dewi, “Konversi Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Menjadi Bioetanol dengan Metode Hidrolisis Enzimatik,” J. Pendidik. Tambusai, vol. 7, no. 3, pp. 21942–21948, 2023.
D. Guntama, Y. Herdiana, U. A. Sujiana, R. L. Endes, and E. Sunandar, “Bioethanol Dari Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Melalui Metode Hidrolisa Dan Fermentasi Dengan Bantuan Saccharomyces Cerevisiae,” J. Teknol., vol. 7, no. 1, pp. 86–96, Nov. 2019, doi: 10.31479/jtek.v7i1.35.
B. Palupi et al., “Optimization of Ulva sp. Decomposition using H2SO4 with Microwave-Assisted Hydrolysis Method as Feedstock of Bioethanol,” CHEESA Chem. Eng. Res. Artic., vol. 6, no. 1, pp. 13–25, Juni. 2023, doi: 10.25273/cheesa.v6i1.14682.13-25..
M. A. Ridhani, I. P. Vidyaningrum, N. N Akmala, R. Fatihatunisa, S. Azzahro, and N. Aini, “Potensi Penambahan Berbagai Jenis Gula Terhadap Sifat Sensori Dan Fisikokimia Roti Manis,” Pas. Food Technol. J., vol. 8, no. 3, pp. 61–68, 2021.
F. F. A. Rosyada, E. Agustina, and H. Faizah, “Pengaruh Konsentrasi Gula Terhadap Karakteristik Fisika, Kimia dan Aktivitas Antioksidan Teh Kombucha Daun Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi Linn.),” Rekayasa, vol. 16, no. 1, pp. 27–34, 2023, doi: 10.21107/rekayasa.v16i1.16977.
M. Gustina, S. Bahri, Jalaluddin, N. ZA, and Masrullita, “Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Dari Pati Ubi Jalar Ungu (Ipomea batata L),” Chem. Eng. J. Storage, vol. 2, no. 2, pp. 116–125, 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dian Yustari, Ummu Kalsum, Nurjannah Nurjannah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










