Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Paradiaca L) Sebagai Koagulan Alami Dalam Proses Koagulasi- Flokulasi Untuk Pengolahan Limbah Cair Tahu
Kata Kunci:
Kulit pisang kepok, Koagulan alami, Limbah cair tahu, Reduksi CODAbstrak
Limbah cair industri tahu merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan yang mengandung bahan organik dan padatan tersuspensi tinggi sehingga berpotensi menurunkan kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi waktu maserasi dan dosis koagulan alami berbahan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap kinerja proses koagulasi–flokulasi dalam pengolahan limbah cair industri tahu. Koagulan alami disiapkan melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dengan variasi waktu 60, 72, dan 84 jam. Proses koagulasi–flokulasi dilakukan dengan variasi dosis koagulan sebesar 3, 4, 5, dan 6 mL pada volume limbah 250 mL. Parameter yang dianalisis meliputi pH, kekeruhan, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) pada kondisi pasca perlakuan, serta kandungan tanin sebagai indikator senyawa aktif koagulan alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu maserasi meningkatkan kandungan tanin dari 6,456 mg/L pada 60 jam menjadi 8,557 mg/L pada 84 jam. Kondisi optimum diperoleh pada waktu maserasi 84 jam dengan dosis koagulan 6 mL, yang mampu menurunkan COD sebesar 87,87% hingga mencapai 250 mg/L, TSS sebesar 45,00% menjadi 165 mg/L, serta kekeruhan hingga 17,4 NTU. Nilai pH limbah setelah pengolahan meningkat menjadi 6,23 dan telah memenuhi baku mutu lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit pisang kepok berpotensi sebagai koagulan alami yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair industri tahu.
Unduhan
Referensi
Abidin, Z., Nurhayati, I., & Wibowo, A. (2022). Penggunaan koagulan alami berbasis tanaman untuk pengolahan limbah cair industri pangan. Jurnal Teknik Lingkungan, 28(2), 115–123. https://doi.org/10.5614/jtl.2022.28.2.4
APHA, AWWA, & WEF. (2017). Standard methods for the examination of water and wastewater (23rd ed.). American Public Health Association. https://doi.org/10.2105/SMWW.2882.216
Ba’adilla, R., Prasetyo, D. J., & Lestari, A. P. (2025). Pemanfaatan biokoagulan kulit pisang dalam pengolahan limbah cair tahu. Jurnal Teknik Kimia, 30(1), 55–63. https://doi.org/10.32734/jtk.v30i1.10542
Choy, S. Y., Prasad, K. M. N., Wu, T. Y., & Raghunandan, M. E. (2022). Performance of natural coagulants in treating agro-industrial wastewater: A review. Environmental Technology & Innovation, 27, 102423. https://doi.org/10.1016/j.eti.2022.102423
Djide, M. N., & Sartini. (2018). Senyawa tanin dan peranannya dalam proses koagulasi–flokulasi. Jurnal Farmasi Galenika, 4(2),120–128. https://doi.org/10.22487/j24428744.2018.v4.i2.12042
Effendi, H. (2016). Telaah kualitas air: Bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Kanisius.
Hapsari, D., Siregar, Y. I., & Nugroho, A. (2018). Pengaruh koagulasi alami terhadap stabilitas pH pada pengolahan air limbah. Jurnal Teknik Lingkungan, 24(2), 101–109. https://doi.org/10.5614/jtl.2018.24.2.3
Hidayah, N., & Susanti, E. (2020). Pengaruh waktu ekstraksi terhadap kandungan senyawa fenolik total. Indonesian Journal of Chemical Science, 9(3), 185–192. https://doi.org/10.15294/ijcs.v9i3.30145
Kurniawati, L., & Siregar, R. M. (2024). Pemanfaatan koagulan alami dari limbah pertanian untuk pengolahan limbah cair industri kecil. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(1), 45–55. https://doi.org/10.14710/jil.22.1.45-55
Metcalf & Eddy, Inc. (2014). Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Ningsih, E., & Prasetyo, D. J. (2023). Studi mekanisme koagulasi senyawa tanin pada pengolahan limbah cair. Indonesian Journal of Chemical Science, 12(3), 210–218. https://doi.org/10.15294/ijcs.v12i3.62134
Noviyanty, Y., Hepiyansori, & Agustian, Y. (2020). Identifikasi dan penetapan kadar senyawa tanin pada ekstrak daun biduri (Calotropis gigantea) metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Ilmiah Manuntung, 6(1), 57–64. https://doi.org/10.51352/jim.v6i1.307
Okoromi, E., Ambrose-Agabi, E. E., Enodiana, O., & Udogwu, G. (2025). Wastewater treatment using banana peels as a natural coagulant. NIPES – Journal of Energy Technology and Environment, 7(4), 270–278. https://doi.org/10.37933/jete/7.4.2025.2037
Pratiwi, D., & Santoso, A. B. (2021). Kandungan tanin pada kulit pisang sebagai bahan koagulan alami. Jurnal Kimia dan Lingkungan, 5(2), 87–95. https://doi.org/10.20961/jkl.v5i2.54678
Putri, R. A., & Hadiyanto. (2021). Koagulasi–flokulasi limbah cair tahu menggunakan koagulan alami: Karakteristik dan kinerjanya. Jurnal Rekayasa Proses, 15(2), 90–99. https://doi.org/10.22146/jrekpros.68421
Rahmawati, D., Kurniawan, S. B., & Abdullah, S. R. S. (2023). Recent advances in natural coagulants for wastewater treatment. Journal of Water Process Engineering, 53, 103789. https://doi.org/10.1016/j.jwpe.2023.103789
Robiah, R., Pramito, A. I. A., & Junaidi, R. (2026). Pembuatan koagulan alami dengan proses maserasi untuk pengolahan limbah cair industri tahu. Jurnal Teknologi Kimia Mineral. https://journal.atim.ac.id/index.php/jtkm/article/view/1345
Utami, R., & Lestari, S. (2020). Pemanfaatan senyawa tanin sebagai koagulan alami dalam pengolahan limbah cair. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(2), 134–142. https://doi.org/10.29122/jtl.v21i2.4075
Yin, C. Y. (2010). Emerging usage of plant-based coagulants for water and wastewater treatment. Process Biochemistry, 45(9), 1437–1444. https://doi.org/10.1016/j.procbio.2010.05.030
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nopri Wahyudi, Akbar Ismi Azmi Pramito, Erika Dwi Oktaviani (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










