ISOLASI BAKTERI TANAH TERCEMAR MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI AGEN BIODEGRADASI

Penulis

  • Dinda Almasah Bariyyah Jurusan Tadris Biologi, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Jilan Fairuz Jurusan Tadris Biologi, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Evi Roviati Jurusan Tadris Biologi, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.61844/jtkm.v4i2.1134

Kata Kunci:

Biodegradasi, Minyak goreng bekas, Isolasi bakteri, Gram positif, Bioremediasi

Abstrak

Min

Minyak goreng bekas (jelantah) merupakan limbah rumah tangga yang umum dihasilkan akibat penggunaan berulang dalam proses penggorengan. Pembuangannya secara langsung ke lingkungan, terutama ke tanah, dapat menyebabkan pencemaran yang mengganggu struktur tanah dan keseimbangan mikroorganisme di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri dari tanah tercemar minyak jelantah serta menguji potensi biodegradasinya dalam media garam mineral (MSM) yang mengandung minyak sebagai sumber karbon tunggal. Metode yang digunakan meliputi isolasi bakteri dengan teknik pengenceran bertingkat, identifikasi morfologi koloni dan karakteristik mikroskopis melalui pewarnaan gram, serta uji biodegradasi berdasarkan indikator visual seperti kekeruhan media dan penyebaran minyak selama 14 hari inkubasi. Hasil menunjukkan dua isolat bakteri Gram positif dengan morfologi sel basil (Isolat A) dan coccus (Isolat B), yang keduanya mampu tumbuh dalam media MSM. Isolat A menunjukkan aktivitas degradasi yang lebih tinggi dibandingkan Isolat B, ditunjukkan oleh media yang lebih keruh dan fragmentasi minyak yang lebih merata. Hasil ini mengindikasikan bahwa bakteri lokal dari tanah tercemar minyak memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang ramah lingkungan dalam penanganan limbah minyak goreng bekas secara berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] Y. Hesti, O. Ainita, A. Nurhalizah, A. R. Putri, A. R. Hafizha, and P. Octavia, “Peningkatan Kesadaran Masyarakat Pada Penanganan Limbah Minyak Jelantah Untuk Kelestarian Lingkungan,” J. Pendidik. Sej. Dan Ris. Sos. Hum., vol. 2, no. 2, pp. 55–63, 2021.

[2] BPS, “Statistik Minyak Kelapa Sawit Indonesia.,” 2019. Accessed: Jul. 07, 2025. [Online]. Available: www.bps.go.id

[3] S. Rahayu, H. Aliyah, T. Tukasno, M. I. Pratiwi, and B. Solikah, “Pemanfaatan minyak jelantah dan arang kayu untuk membuat sabun daur ulang,” J. Pengabdi. KITA, vol. 3, no. 1, 2020.

[4] A. Rinanti, M. F. Fachrul, D. I. Hendarawan, and R. Setiati, “Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Lilin dan Sabun di Kelurahan Cisalak, Depok, Jawa Barat,” -Com Indones. Community J., vol. 2, no. 2, pp. 142–148, 2022.

[5] F. Abdilah and M. Hulupi, “Efektivitas Cangkang Telur untuk Menurunkan Bilangan Peroksida dan Asam Lemak Bebas pada Minyak Jelantah,” Fuller. J. Chem., vol. 5, no. 2, pp. 109–116, 2020.

[6] A. Mas’ ud, “Biodegradation Capability Analysis of Petroleum Hydrocarbon by Marine Bacteria Isolate From Territorial Water Column of Paotere Port Makassar as In Vitro,” J. Ilmu Alam Dan Lingkung., vol. 9, no. 1, 2018.

[7] M. S. Ahmed, S. A. Ahmad, M. Y. Shukor, and M. T. Yusof, “Statistical Optimisation of Used-Cooking-Oil Degradation by Burkholderia vietnamiensis AQ5-12 and Burkholderia sp. AQ5-13,” Processes, vol. 10, no. 11, p. 2178, 2022.

[8] H. Gao, Z. Zhang, H. Yuan, L. Liu, H. Chen, and H. Lin, “Rhamnolipid production from waste cooking oil by a newly isolated thermo-and salt-tolerant Pseudomonas aeruginosa GH01,” World J. Microbiol. Biotechnol., vol. 40, no. 12, p. 396, 2024.

[9] M. L. Sendo, F. R. Mantiri, and M. J. Rumondor, “Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Potensial Pendegradasi Oli Mesin Bekas Dari Beberapa Lokasi Bengkel di Kota Manado,” PHARMACON, vol. 11, no. 1, pp. 1222–1230, 2022.

[10] A. Truskewycz, T. D. Gundry, L. S. Khudur, A. Kolobaric, M. Taha, A. A. Medina, A. S. Ball, E. Shahsavari “Petroleum hydrocarbon contamination in terrestrial ecosystems—fate and microbial responses,” Molecules, vol. 24, no. 18, p. 3400, 2019.

[11] R. O. Khastini, L. R. Zahranie, R. A. Rozma, and Y. A. Saputri, “Peranan Bakteri Pendegradasi Senyawa Pencemar Lingkungan melalui Proses Bioremediasi,” Biosci. J. Ilm. Biol., vol. 10, no. 1, pp. 345–360, 2022.

[12] M. R. S. Mijaya, N. A. Yanti, and N. H. Muhiddin, “Isolasi dan Seleksi Bakteri Pendegradasi Solar Dari Pelabuhan Penyeberangan Kendari–Wawonii, Sulawesi Tenggara,” J. Penelit. Biol. J. Biol. Res. Vol 6 2 Hal 995-1006 Novemb. 2019, 2019.

[13] N. Willian, A. D. Syakti, L. Viruly, and F. Lestari, “Memperkasa Bioremediasi: Inovasi Bakteri Hidrokarbonoklastik Dalam Menyelamatkan Lingkungan Berair,” J. Zarah, vol. 12, no. 1, pp. 40–49, 2024.

[14] M. N. Hamidah, L. Rianingsih, and R. Romadhon, “Aktivitas antibakteri isolat bakteri asam laktat dari peda dengan jenis ikan berbeda terhadap E. coli dan S. aureus,” J. Ilmu Dan Teknol. Perikan., vol. 1, no. 2, pp. 11–21, 2019.

[15] S. J. Varjani, “Microbial degradation of petroleum hydrocarbons,” Bioresour. Technol., vol. 223, pp. 277–286, 2017.

[16] H. El-Sheshtawy, I. Aiad, M. Osman, A. Abo-ELnasr, and A. Kobisy, “Production of biosurfactant from Bacillus licheniformis for microbial enhanced oil recovery and inhibition the growth of sulfate reducing bacteria,” Egypt. J. Pet., vol. 24, no. 2, pp. 155–162, 2015.

[17] M. Takahashi, T. Morita, K. Wada, N. Hirose, T. Fokuoka, T. Imura, D. Kitamoto., “Production of sophorolipid glycolipid biosurfactants from sugarcane molasses using Starmerella bombicola NBRC 10243,” J. Oleo Sci., vol. 60, no. 5, pp. 267–273, 2011.

[18] H. Zhou, S. Li, L. Jiang, F. Zeng, X. Lin, C. Chen. Y. Li, C. Zhang, “Effects of regular addition and discontinuation of biosurfactant on hydrocarbon biodegradation and microorganisms in heavy oily sludge,” J. Soils Sediments, vol. 22, no. 9, pp. 2475–2484, 2022.

[19] R. A. Al-Tahhan, T. R. Sandrin, A. A. Bodour, and R. M. Maier, “Rhamnolipid-induced removal of lipopolysaccharide from Pseudomonas aeruginosa: effect on cell surface properties and interaction with hydrophobic substrates,” Appl. Environ. Microbiol., vol. 66, no. 8, pp. 3262–3268, 2000.

[20] K. Gautam and V. Tyagi, “Microbial surfactants: a review,” J. Oleo Sci., vol. 55, no. 4, pp. 155–166, 2006.

[21] N. P. Ristiati, “Uji Kemampuan Isolat Bakteri Pendegradasi Minyak Solar Terhadap Limbah Oli Dari Perairan Pelabuhan Celukan Bawang,” presented at the Prosiding Seminar Nasional MIPA, 2013.

[22] D. Astuti, “Pengaruh Variasi Jumlah Inokulum Konsorsium Bakteri Terhadap Degradasi Hidrokarbon Minyak Bumi,” FMIPA Univ. Indones. Skripsi, 2012.

[23] A. Nugroho, “Dinamika populasi konsorsium bakteri hidrokarbonoklastik: studi kasus biodegradasi hidrokarbon minyak bumi skala laboratorium,” J. Ilmu Dasar, vol. 8, no. 1, pp. 13–23, 2007.

[24] Fardiaz, S., Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1992, pp 150.

[25] F. Elyza, N. Gofar, and M. Munawar, “Identifikasi dan uji potensi bakteri lipolitik dari limbah SBE (Spent Bleaching Earth) sebagai agen bioremediasi,” J. Ilmu Lingkung., vol. 13, no. 1, pp. 12–18, 2015.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-04

Cara Mengutip

[1]
D. A. Bariyyah, J. Fairuz, dan E. Roviati, “ISOLASI BAKTERI TANAH TERCEMAR MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI AGEN BIODEGRADASI”, JTKM, vol. 4, no. 2, hlm. 110–116, Des 2025.

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.