PENENTUAN REORDER POINT BAHAN BAKAR KAYU KERING DI STASIUN BOILER PADA PTPN XIV PABRIK GULA TAKALAR

Penulis

  • Abdul Samad Politeknik ATI Makassar
  • Andi Rika Tuleng Politeknik ATI Makassar
  • Andi Dian Sry Rezki Natsir Politeknik ATI Makassar

Kata Kunci:

EOQ, reorder point, lead time

Abstrak

Pengendalian persediaan merupakan pemantauan dan pemeriksaan terhadap barang yang dibutuhkan yang akan digunakan, sehingga ketika akan digunakan stoknya masih terjaga atau dalam keadaan mencukupi. Adapun masalah yang dialami oleh PTPN XIV Pabrik Gula Takalar adalah persediaan bahan bakar kayu kering yang kurang saat dibutuhkan sehingga hal ini menjadi penghambat kelancaran proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapan perusahaan dapat melakukan pemesanan kembali kayu kering dan berapa banyak jumlah yang dapat dipesan untuk setiap kali pemesanan pada PTPN XIV Pabrik Gula Takalar. Penelitian ini menggunakan metode EOQ untuk mendapatkan Reorder Point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode EOQ yaitu menunjukkan bahwa seharusnya ketika persediaan sudah mencapai angka 68.158 kg pemesanan kayu kering sudah harus dilakukan kembali (Reorder Point). Dengan demikian pada saat bahan baku diterima dengan lead time 3 hari persediaan yang tersisa masih 57.268 kg. Frekuensi pembelian dilakukan sebanyak 12 kali dalam satu periode pemesanan dengan jarak waktu antar pemesanan adalah 13 hari dan untuk menghindari terjadinya kelebihan bahan bakar kayu kering jumlah pembelian yang harus dilakukan adalah sebanyak 47.705 kg.

Unduhan

Diterbitkan

2022-12-22

Cara Mengutip

Samad, A., Tuleng, A. R., & Natsir, A. D. S. R. (2022). PENENTUAN REORDER POINT BAHAN BAKAR KAYU KERING DI STASIUN BOILER PADA PTPN XIV PABRIK GULA TAKALAR. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri (SNTI), 9(1), 95–99. Diambil dari https://journal.atim.ac.id/index.php/prosiding/article/view/305

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama