Efek Koagulasi-Flokulasi Terhadap Penurunan COD Menggunakan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Kapur pada Limbah Cair Tekstil dengan Zat Warna Direk

Penulis

  • asiyah nurrahmajanti Politeknik STTT Bandung
  • Octianne Djamaludin Politeknik STTT Bandung
  • Anisa Intanika Sari Klatatiana Politeknik STTT Bandung

DOI:

https://doi.org/10.61844/jemmtec.v5i01.1364

Kata Kunci:

limbah cair tekstil, koagulasi–flokulasi, PAC, kapur, COD.

Abstrak

Limbah cair tekstil mengandung pencemar organik yang tinggi akibat penggunaan zat warna dan bahan kimia pada proses pencelupan yang ditunjukkan oleh nilai COD. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi efektivitas proses koagulasi–flokulasi menggunakan PAC dan kapur sebagai koagulan yang berperan dalam penurunan kadar COD limbah cair tekstil hasil praktikum pencelupan zat warna direk. Pengujian koagulasi-flokulasi dilakukan menggunakan metode jar test dengan variasi volume koagulan 20 mL, 25 mL, dan 30 mL pada konsentrasi 5%. Analisis COD dilakukan menggunakan metode dikromat refluks tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses koagulasi–flokulasi mampu menurunkan nilai COD secara signifikan dengan efisiensi tertinggi diperoleh pada dosis koagulan 25 mL sebesar 74,85%. Peningkatan dosis koagulan hingga 30 mL menyebabkan penurunan efisiensi akibat fenomena restabilisasi partikel koloid. Meskipun terjadi perbaikan kualitas limbah, nilai COD akhir menunjukkan masih melampaui ambang baku mutu limbah cair tekstil, sehingga diperlukan proses pengolahan lanjutan. Walaupun demikian, koagulasi–flokulasi menggunakan PAC dan kapur efektif sebagai pengolahan awal limbah cair tekstil, namun belum memadai sebagai satu-satunya metode pengolahan

Referensi

[1] BPS, Statistik Industri Manufaktur Produksi Statistics of Production Manufacturing Industry, vol. 12. Badan Pusat Statistik Indonesia, 2023.

[2] A. D. Afriyadi, “Industri Tekstil Jadi Penyumbang Limbah Terbesar, Apa Solusinya?,” https://finance.detik.com/industri/d-7259272/industri-tekstil-jadi-penyumbang-limbah-terbesar-apa-solusinya.

[3] Enrico, “Dampak Limbah Cair Industri Tekstil Terhadap Lingkungan Dan Aplikasi Tehnik Eco Printing Sebagai Usaha Mengurangi Limbah,” MODA, vol. 1, Jan. 2019, [Online]. Available: www.google.com

[4] D. Wu, Y. Hu, and Y. Liu, “A Review of Detection Techniques for Chemical Oxygen Demand in Wastewater,” Am. J. Biochem. Biotechnol., vol. 18, no. 1, pp. 23–32, Dec. 2022, doi: 10.3844/ajbbsp.2022.23.32.

[5] O. LaDuke, “Chemical oxygen demand and its applications,” Advanced Journal of Environmental Science and Technology, vol. 13, Apr. 2022, [Online]. Available: www.internationalscholarsjournals.com

[6] A. K. Shah, Z. M. Ali, A. J. Laghari, and S. F. A. Shah, “Utilization of Fly Ash as Low-Cost Adsorbent for the Treatment of Industrial Dyes Effluents-A Comparative Study,” Res. Rev. J. Eng. Technol., vol. 2, 2013.

[7] O. Djamaludin et al., “Optimalisasi Prototipe Alat Pengolahan Limbah Cair Ikm Batik Menggunakan Elektrokoagulan,” in Seminar Nasional Kimia 2023 UIN Sunan Gunung Djati, 2023.

[8] R. Faradila, H. S. Huboyo, and A. Syakur, “Rekayasa Pengolahan Air Limbah Domestik Dengan Metode Kombinasi Filtrasi Untuk Menurunkan Tingkat Polutan Air,” Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, vol. 22, no. 3, pp. 342–350, Oct. 2023, doi: 10.14710/jkli.22.3.342-350.

[9] M. Fabiyi, K. A. Connery, and A. Rambor, “Effect of Filtration using Sand Filter or MBR on Ozone Requirement for Color Removal in Textile Wastewater,” 2014.

[10] A. Sartika Putri and D. P. Soewondo, “OPTIMASI PENURUNAN WARNA PADA LIMBAH TEKSTIL MELALUI PENGOLAHAN KOAGULASI DUA TAHAP OPTIMIZING DYE REMOVAL FROM TEXTILE WASTEWATER USING TWO STAGES COAGULATION,” Agustine Sartika Putri dan Prayatni Soewondo, 2010.

[11] L. N. Ayni, E. Ningsih, J. T. Kimia, and T. Industri, “Pengolahan Limbah Cair Tekstil dengan Menggunakan Koagulan FeCl3,” in Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan I (SENASTITAN I), Surabaya: Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Mar. 2021, pp. 370–377.

[12] D. Kusumawardani and R. Iqbal, “Evaluasi Performa Pengadukan Hidrolis Sebagai Koagulator dan Flokulator Berdasarkan Hasil Jar Test,” Bandung, 2013.

[13] P. Sarker, S. M. Isla, and M. M. Kabir, “Removal of iron and turbidity from ground water by natural and chemical coagulants,” Int. Res. J. Environ. Sci., vol. 8(1), pp. 36–41, Jan. 2019.

[14] A. K. Pertiwi, “Pengaruh Konsentrasi Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Waktu Pengadukan Terhadap Penurunan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Fosfat Pada Limbah Cair Laundry Menggunakan Metode Koagulasi-Flokulasi,” Surakarta, May 2019.

[15] N. Aziz, N. Effendy, and K. T. Basuki, “COMPARISON OF POLY ALUMINIUM CHLORIDE (PAC) AND ALUMINIUM SULPHATE COAGULANTS EFFICIENCY IN WASTE WATER TREATMENT PLANT,” Inovasi Teknik Kimia, vol. 2 No. 1, no. 1, pp. 24–31, Apr. 2017.

[16] N. Nelza, M. Sebayang, Yunianto, and D. F. Simatupang, “Penentuan Kebutuhan Poli Aluminium Klorida pada Proses Penjernihan Air di Unit Water Treatment PT. XYZ Kuala Tanjung,” INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi, vol. 2, no. 6, pp. 1047–1053, Dec. 2023, doi: 10.55123/insologi.v2i6.2783.

[17] wiwin T. D. Astuti, T. Joko, and N. A. Y. Dewanti, “EFEKTIVITAS LARUTAN KAPUR DALAM MENURUNKAN KADAR FOSFAT PADA LIMBAH CAIR RSUD KOTA SEMARANG,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, vol. 4, Nomor 3, pp. 2356–3346, Jul. 2016, [Online]. Available: http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm

Unduhan

Diterbitkan

30-01-2026

Cara Mengutip

nurrahmajanti, asiyah, Djamaludin, O., & Intanika Sari Klatatiana, A. (2026). Efek Koagulasi-Flokulasi Terhadap Penurunan COD Menggunakan Poly Aluminium Chloride (PAC) dan Kapur pada Limbah Cair Tekstil dengan Zat Warna Direk. Journal of Energy, Materials, & Manufacturing Technology, 5(01), 23–29. https://doi.org/10.61844/jemmtec.v5i01.1364