Pengaruh Jarak Elektroda dan Waktu Terhadap Efektivitas Metode Hibrid Sono-Elektrokoagulasi Pada Degradasi Air Limbah Laundry

Penulis

  • Zainal Arifin Politeknik Negeri Samarinda

Kata Kunci:

mikrofiber, sono-elektrokoagulasi, surfaktan

Abstrak

Pertumbuhan industri laundry menghasilkan air limbah kompleks yang mengandung mirofibe dan surfaktan yaitu polutan yang berpotensi toksik dan terakumulasi dalam rantai makanan. Riset ini bertujuan menguji efektivitas metode hibrid sono-elektrokoagulasi yang mengintegrasikan gelombang ultrasonik (sonikasi) untuk mencegah pasivasi dan mendegradasi polutan. Sampel air limbah laundry diperoleh dari Samarinda. Metode sono-elektrokoagulasi dijalankan menggunakan elektroda besi (Fe) dalam reaktor 2 L dengan generator ultrasonik (28 kHz,600 W). Variabel yang diamati adalah jarak elektroda besi (2,3,4 cm) dan waktu (10,20,30 menit). Mikrofiber diukur secara gravimetri, sedangkan surfaktan dianalisis menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil riset menunjukkan bahwa variabel jarak elektroda dan waktu secara simultan memengaruhi efektivitas penghilangan. Waktu yang lebih lama meningkatkan pelepasan koagulan Fe(OH)n​ dan oksidasi surfaktan oleh radikal OH⋅. Kondisi optimum tercapai pada jarak elektroda 4 cm dan Waktu 30 menit. Pada kondisi ini, kadar akhir mikrofiber terendah adalah 0.018 g dan kadar surfaktan adalah 0.059 mg/L. Jarak 4 cm terbukti optimal karena menyeimbangkan resistansi listrik dan dispersi flok yang merata.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Arifin, Z. (2025). Pengaruh Jarak Elektroda dan Waktu Terhadap Efektivitas Metode Hibrid Sono-Elektrokoagulasi Pada Degradasi Air Limbah Laundry. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri (SNTI), 12(1), 36–40. Diambil dari https://journal.atim.ac.id/index.php/prosiding/article/view/1263